-

FIQO

Kisah Inspiratif Bill Gates dan Anak Penjual Koran

 


*_DIA LEBIH KAYA DARIKU_*


Kisah inspiratif :

-----------------------                          

    

_Saat talk show, Bill Gates ditanya oleh hadirin: sekarang anda orang terkaya di dunia. Menurut anda, ada kah orang yang lebih kaya dari anda?_


_Bill Gates menjawab dengan satu cerita. :_

_Suatu hari aku berada di bandara. Ada seorang bocah kulit hitam menjual koran. Aku tertarik membeli satu koran. Aku panggil dia. Aku ambil satu koran. Tapi ternyata aku tidak punya uang pecahan untuk membayarnya. Bocah itu lantas mengatakan bahwa koran itu gratis untuk aku. Ia tersenyum kepadaku dengan sangat ramah. Aku pun berterimakasih kepadanya._


_Lain waktu, aku berada di bandara yang sama. Aku melihat bocah penjual koran itu lagi. Aku panggil untuk membeli korannya. Tapi lagi-lagi ternyata tidak ada uang pecahan di saku-ku. Dan lagi-lagi ia memberikan koran itu gratis kepadaku sambil tersenyum. Aku bertanya kepadanya: apakah kamu melakukan ini pada semua orang?_


_Ia menjawab: iya. Setiap orang kesusahan untuk membayar, aku menggratiskan koranku._


_Mengapa kamu lakukan itu? Aku merasa bahagia melakukannya. Setiap kali aku memberi bantuan pada orang yang membutuhkan, aku memberinya dengan hatiku._


_Kalimatnya itu langsung terukir kuat dalam pikiranku._ 


_Beberapa tahun kemudian, bisnisku semakin besar. Aku menjadi orang terkaya di dunia. Aku teringat kembali pada bocah penjual koran itu. Aku bentuk tim untuk mencari bocah itu._ 


_Mereka mencari ke bandara tersebut, tapi ia sudah tidak ada. Setelah beberapa waktu pencarian, tim menemukan dia bekerja sebagai penjaga di satu gedung opera. Tim memintanya untuk ikut ke kantorku. Setelah dia masuk ke ruang kerjaku, aku bertanya: kamu kenal aku?_


_Dia menjawab: tentu. Siapa yang tidak kenal dg seorang Bill Gates! Aku masih terngiang dengan ucapanmu, ketika kamu memberikan koran secara gratis kepadaku. Aku sangat terkesan atas kebaikan kamu. Kalau boleh tahu, apa alasan kamu melakukan itu? Dia menjawab: tidak ada alasan khusus. Aku hanya merasa nyaman dan tenang setiap memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan._


_Sekali lagi, kalimatnya ini langsung terukir kuat dalam pikiranku. Aku katakan, hari ini aku ingin membalas kebaikanmu itu. Katakan lah apa yang kamu butuhkan._


_Tidak, Tuan. Aku tidak membutuhkan apa-apa darimu._


_Katakan saja. Aku ingin membalas kebaikanmu itu kepadaku. Tuan. Tuan tidak akan bisa membalas kebaikanku kepada Tuan. Aku memberi koran secara gratis kepada Tuan dalam kondisi aku miskin. Dan aku lakukan itu karena membuat hatiku nyaman dan damai. Kali ini Tuan ingin membalas kebaikan itu dalam kondisi Tuan sebagai orang terkaya di dunia. Jadi tidak mungkin terbalaskan, Tuan._


_Lagi-lagi kalimatnya itu menusuk relung batinku. Dia lah orang yang lebih kaya dari aku...._


_Masyaa Allah 🥲 salah satu pelajaran di awal tahun 2023 yang sangat berarti. "Berbahagialah orang yang bisa memberi dari kekurangannya"... 


_*Maka jadilah manusia yg selalu siap utk menolong kepada sesama yg membutuhkannya, pasti anda akan BAHAGIA*_


Tulis Saran & Komentar dengan Bijak

أحدث أقدم
FIQO